Pernahkah Anda memperhatikan bahwa banyak anak yang gemar menonton kartun atau film animasi yang sama berulang kali, meskipun mereka memiliki banyak pilihan tontonan lain?


Mungkin, bagi sebagian orang dewasa, kebiasaan ini tampak membosankan dan sulit dipahami. Namun, ternyata kebiasaan tersebut memiliki tujuan yang sangat penting bagi perkembangan anak. Mengapa anak-anak suka menonton ulang? Inilah penjelasannya!


Rutinitas Membangun Pemahaman


Anak-anak sangat menikmati menonton kartun yang mereka kenal karena ini memberi mereka rasa stabilitas. Ketika mereka sudah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya dalam cerita, mereka merasa nyaman dan lebih tenang. Repetisi ini memberikan anak rasa kontrol atas apa yang mereka tonton, membantu mengurangi kecemasan, dan memberi mereka ruang untuk merasa aman.


Menonton ulang kartun yang sama juga memberikan kesempatan bagi anak untuk memperkuat pemahaman mereka terhadap cerita. Setiap kali mereka menonton, mereka semakin memahami perilaku karakter dan alur cerita. Proses ini membantu mereka mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan secara perlahan. Seiring waktu, mereka juga dapat lebih mengerti pola-pola dalam cerita, yang tentunya sangat bermanfaat bagi perkembangan kognitif mereka.


Peningkatan Pemahaman Seiring Waktu


Meski tayangan animasi dirancang khusus untuk anak-anak, seringkali cerita yang disajikan cukup cepat dan padat. Anak-anak membutuhkan waktu untuk sepenuhnya memahami rangkaian peristiwa dan emosi yang ada dalam cerita. Dengan menonton ulang, mereka memiliki kesempatan untuk mengenali detail-detail yang mungkin terlewatkan sebelumnya, serta lebih memahami seluruh konteks cerita dengan lebih mendalam.


Proses ini mirip seperti puzzle yang perlahan-lahan disusun menjadi gambar yang lebih jelas. Dengan setiap pemutaran ulang, anak-anak bisa menangkap lebih banyak informasi dan mengembangkan kemampuan mereka dalam memahami narasi serta perasaan yang dihadapi oleh karakter-karakternya.


Sisi Emosional dari Pengulangan


Anak-anak sering kali mengalami beragam emosi saat menonton kartun atau film animasi. Beberapa di antaranya mungkin merupakan perasaan yang baru bagi mereka, seperti rasa takut, bahagia, atau sedih. Dengan menonton ulang, anak-anak perlahan belajar untuk mengenali dan memberi nama pada perasaan mereka. Musik, warna, dan aksi dalam kartun seringkali memicu respons emosional yang kuat, dan pengulangan memungkinkan mereka untuk memproses perasaan tersebut dengan lebih baik.


Peran Orang Dewasa dalam Membantu Pembelajaran Emosional


Peran orang dewasa, terutama orang tua atau pengasuh, sangat penting dalam mendampingi anak-anak selama waktu layar. Anak-anak mendapatkan banyak manfaat dari melihat bagaimana orang dewasa bereaksi terhadap peristiwa dalam cerita, atau bahkan hanya dengan bertanya tentang perasaan yang muncul. Interaksi ini mendukung perkembangan empati dan kecerdasan emosional mereka.


Selain itu, orang dewasa dapat membantu anak-anak mengidentifikasi dan memahami emosi yang mereka rasakan. Misalnya, jika ada adegan yang menegangkan atau mengharukan, orang dewasa bisa menjelaskan perasaan yang mungkin muncul dan mengajak anak untuk berbicara tentang bagaimana mereka merasa. Dengan begitu, anak-anak bisa belajar untuk lebih peka terhadap perasaan mereka sendiri dan orang lain di sekitar mereka.


Namun, sangat penting untuk tidak terlalu mengintervensi. Tugas orang dewasa adalah mendampingi anak dengan cara yang tidak mengganggu proses penemuan mereka. Memberi sedikit panduan dan menjawab pertanyaan dengan sabar jauh lebih efektif daripada mengambil alih pengalaman menonton mereka.


Praktik Menonton yang Sehat dan Bermanfaat


Terlalu Banyak Menonton? Bukan Solusinya!


Meskipun menonton kartun yang sama berulang kali memberikan banyak manfaat, tentu saja ada batasan yang harus diperhatikan. Anak-anak yang lebih muda, khususnya yang usianya di bawah dua tahun, disarankan untuk tidak terlalu sering terpapar layar. Keterlibatan aktif melalui permainan fisik dan interaksi sosial lebih penting pada usia tersebut. Sedangkan untuk anak-anak yang lebih besar, menonton dalam durasi yang terbatas dan dengan pilihan tayangan yang tepat bisa menjadi bagian dari rutinitas yang positif.


Menciptakan Ritual yang Bermakna


Rutinitas menonton animasi bisa menjadi bagian dari jadwal harian anak, misalnya, sebagai momen santai setelah makan camilan atau sebelum beralih ke aktivitas lain. Jika dilakukan dengan bijak, menonton bisa menjadi kebiasaan yang memberi kenyamanan, memberikan rasa aman, dan menjadi kesempatan untuk mempererat ikatan antara anak dan orang dewasa.


Namun, yang terpenting adalah mengatur waktu dengan seimbang. Waktu menonton sebaiknya tidak menghalangi waktu bermain aktif, belajar, atau berinteraksi dengan orang lain. Rutinitas ini sebaiknya tetap memperhatikan kebutuhan sosial dan emosional anak.


Setiap Anak Responnya Berbeda


Perlu dicatat bahwa tidak semua anak bereaksi sama terhadap tayangan yang mereka tonton. Beberapa anak mungkin merasa tidak nyaman dengan karakter atau adegan tertentu meskipun tayangan tersebut dianggap aman. Oleh karena itu, penting bagi orang dewasa untuk selalu berada di dekat anak dan memperhatikan reaksi mereka. Dengan cara ini, anak bisa merasa cukup aman untuk mengekspresikan ketidaknyamanan atau rasa penasaran mereka.


Kesimpulan


Menonton kartun yang sama berulang-ulang mungkin tampak monoton bagi orang dewasa, namun bagi anak-anak, kebiasaan ini bukan hanya tentang hiburan. Pengulangan memiliki peran yang sangat penting dalam proses belajar mereka. Melalui tayangan yang familiar, anak-anak dapat memperdalam pemahaman mereka tentang cerita, mengembangkan keterampilan emosional, dan merasakan kenyamanan yang membuat mereka merasa aman dan terlindungi.


Bagi orang tua dan pengasuh, kunci untuk mendukung anak-anak adalah dengan melihat pengulangan ini sebagai alat belajar yang lembut. Dengan pendekatan yang tepat, tontonan yang tampaknya sederhana bisa menjadi batu loncatan yang sangat berarti dalam perjalanan mereka menuju penemuan diri, belajar, dan pertumbuhan.


Jadi, jika anak Anda memilih untuk menonton kartun favorit mereka berulang kali, jangan buru-buru menganggapnya sebagai kebiasaan yang sia-sia. Sebaliknya, nikmati momen tersebut sebagai bagian dari proses perkembangan mereka yang penuh makna.