Neurofibromatosis (NF) merupakan kelompok kelainan genetik langka yang ditandai dengan munculnya tumor pada sistem saraf.


Uniknya, tumor ini tidak tumbuh langsung dari neuron (sel saraf utama), melainkan dari sel-sel pendukung jaringan saraf. Kondisi ini sering kali mengejutkan penderitanya, karena gejala dapat berbeda-beda pada setiap individu.


Dasar Genetika Neurofibromatosis


Neurofibromatosis terjadi akibat mutasi pada gen tertentu yang berfungsi sebagai pengendali pertumbuhan dan pembelahan sel. Mutasi tersebut bersifat autosom dominan, artinya cukup satu salinan gen yang rusak untuk memicu penyakit ini. Menariknya, sekitar 50% kasus diwariskan dari orang tua yang juga mengidap NF, sementara sisanya muncul akibat perubahan genetik spontan sejak tahap awal perkembangan embrio.


Terdapat tiga jenis utama neurofibromatosis, masing-masing dipicu oleh mutasi gen yang berbeda:


- Neurofibromatosis tipe 1 (NF1): Disebabkan oleh mutasi pada gen NF1 di kromosom 17. Gen ini memproduksi protein neurofibromin, yang berperan penting dalam menekan pertumbuhan sel berlebih.


- Neurofibromatosis tipe 2 (NF2): Terjadi akibat mutasi gen NF2 di kromosom 22. Gen ini menghasilkan protein bernama merlin, yang berfungsi mengatur berbagai jalur pertumbuhan sel.


- Schwannomatosis: Jenis yang lebih jarang terjadi, dipicu mutasi pada gen SMARCB1 di dekat lokasi gen NF2. Kondisi ini ditandai dengan terbentuknya schwannoma (tumor jinak pada sel Schwann) yang umumnya menimbulkan rasa nyeri, namun tidak memengaruhi fungsi intelektual dan jarang melibatkan gangguan pada saraf pendengaran.


Manifestasi Klinis dan Mekanisme Penyakit


Gejala neurofibromatosis sangat bervariasi antar penderita, bahkan dalam satu keluarga yang membawa mutasi yang sama. Pada NF1, tanda-tanda biasanya muncul sejak masa kanak-kanak. Gejala khasnya meliputi:


- Café-au-lait spots: Bercak kecokelatan pada kulit yang mudah terlihat.


- Neurofibroma kutan: Benjolan lunak di bawah atau di permukaan kulit.


- Kelainan tulang: Termasuk skoliosis atau kelainan bentuk tulang lainnya.


Selain itu, NF1 dapat memengaruhi fungsi kognitif karena protein neurofibromin berhubungan erat dengan jalur sinyal di otak yang berperan dalam perkembangan dan fungsi neurologis.


Pada NF2, gejala sering muncul di usia dewasa muda. Manifestasi utamanya adalah gangguan pada pendengaran dan keseimbangan, seperti tinnitus (denging di telinga), kehilangan pendengaran, dan masalah keseimbangan. Hal ini disebabkan pertumbuhan tumor pada saraf kranial VIII (saraf vestibulokoklear), yang berpotensi menimbulkan gangguan neurologis serius bila tidak ditangani.


Terobosan Terbaru dalam Pemahaman Neurofibromatosis


Penelitian terkini menunjukkan bahwa hilangnya fungsi protein neurofibromin (NF1) dan merlin (NF2) membuat sel kehilangan kendali pertumbuhan. Akibatnya, sel Schwann dan komponen matriks di sekitarnya berkembang tanpa kontrol. Temuan terbaru juga mengungkap bahwa protein-protein ini bukan hanya berperan dalam pengendalian pertumbuhan sel, tetapi juga dalam menjaga kestabilan fungsi neurologis.


Dunia medis kini bergerak ke arah terapi molekuler yang lebih spesifik. Beberapa pendekatan menargetkan jalur sinyal tertentu yang rusak akibat mutasi gen, dengan tujuan menghambat pertumbuhan tumor. Salah satu kemajuan penting adalah uji klinis terhadap obat inhibitor yang bekerja pada tumor plexiform neurofibroma pada pasien NF1.


Seorang ahli genetika terkemuka, Dr. David Viskochil, menegaskan "Neurofibromatosis adalah contoh nyata bagaimana satu mutasi gen dapat mengganggu protein penting, memicu pertumbuhan tumor, sekaligus memengaruhi fungsi neurologis secara mendalam."


Neurofibromatosis merupakan kondisi genetik kompleks yang disebabkan mutasi pada gen pengatur pertumbuhan sel. Setiap tipe, NF1, NF2, maupun schwannomatosis memiliki ciri khas tersendiri, mulai dari bercak kulit, gangguan pendengaran, hingga rasa nyeri akibat tumor. Karena sifatnya yang bervariasi dan sering kali tidak terduga, penanganan NF memerlukan pendekatan diagnosis dan terapi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.